Minggu, 31 Maret 2013

ternak puyuh


Cara mudah budidaya puyuh
Cara mudah budidaya puyuh
Cara mudah budidaya puyuh – Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Burung puyuh disebut juga Gemak (Bhs. Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya disebut “Quail”, merupakan bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. Dan terus dikembangkan ke penjuru dunia. Sedangkan di Indonesia puyuh mulai dikenal, dan diternak semenjak akhir tahun 1979. Kini mulai bermunculan di kandang-kandang ternak yang ada di Indonesia.
MANFAAT
Telur dan dagingnya mempunyai nilai gizi dan rasa yang lezat
Bulunya sebagai bahan aneka kerajinan atau perabot rumah tangga lainnya
Kotorannya sebagai pupuk kandang ataupun kompos yang baik dapat digunakan sebagai pupuk tanaman
PERSYARATAN LOKASI
  • Lokasi jauh dari keramaian dan pemukiman penduduk
  • Lokasi mempunyai strategi transportasi, terutama jalur sapronak dan jalur-jalur pemasaran
  • Lokasi terpilih bebas dari wabah penyakit
  • Bukan merupakan daerah sering banjir
  • Merupakan daerah yang selalu mendapatkan sirkulasi udara yang baik.
PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
Penyiapan Sarana dan Peralatan
1. Perkandangan
Dalam sistem perkandangan yang perlu diperhatikan adalah temperatur kandang yang ideal atau normal berkisar 20-25 derajat C; kelembaban kandang berkisar 30-80%; penerangan kandang pada siang hari cukup 25-40 watt, sedangkan malam hari 40-60 watt (hal ini berlaku untuk cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang sebaiknya diatur agar sinar matahari pagi dapat masuk kedalam kandang. Model kandang puyuh ada 2 (dua) macam yang biasa diterapkan yaitu sistem litter (lantai sekam) dan sistem sangkar (batere). Ukuran kandang untuk 1 m 2 dapat diisi 90-100 ekor anak puyuh, selanjuntnya menjadi 60 ekor untuk umur 10 hari sampai lepas masa anakan. Terakhir menjadi 40 ekor/m 2 sampai masa bertelur. Adapun kandang yang biasa digunakan dalam budidaya burung puyuh adalah:
1. Kandang untuk induk pembibitan
Kandang ini berpegaruh langsung terhadap produktifitas dan kemampuan mneghasilkan telur yang berkualitas. Besar atau ukuran kandang yang akan digunakan harus sesuai dengan jumlah puyuh yang akan dipelihara. Idealnya satu ekor puyuh dewasamembutuhkan luas kandang 200 m2.
2. Kandang untuk induk petelur
Kandang ini berfungsi sebagai kandang untuk induk pembibit. Kandang ini mempunyai bentuk, ukuran, dan keperluan peralatan yang sama. Kepadatan kandang lebih besar tetapi bisa juga sama.
3. Kandang untuk anak puyuh/umur stater(kandang indukan)
Kandang ini merupakan kandang bagi anak puyuh pada umur starter, yaitu mulai umur satu hari sampai dengan dua sampai tiga minggu. Kandang ini berfungsi untuk menjaga agar anak puyuh yang masih memerlukan pemanasan itu tetap terlindung dan mendapat panas yang sesuai dengan kebutuhan. Kandang ini perlu dilengkapi alat pemanas. Biasanya ukuran yang sering digunakan adalah lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, dan tinggi kaki 50 cm. (cukup memuat 90-100 ekor anak puyuh).
4. Kandang untuk puyuh umur grower (3-6 minggu) dan layer (lebih dari 6 minggu)
Bentuk, ukuran maupun peralatannya sama dengan kandang untuk induk petelur. Alas kandang biasanya berupa kawat ram.
Peralatan
Perlengkapan kandang berupa tempat makan, tempat minum, tempat bertelur dan tempat obat-obatan.
Cara mudah budidaya puyuh
Penyiapan Bibit
Yang perlu diperhatikan oleh peternak sebelum memulai usahanya, adalah memahami 3 (tiga) unsur produksi usaha perternakan yaitu bibit/pembibitan, pakan (ransum) dan pengelolaan usaha peternakan. Pemilihan bibit burung puyuh disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan, ada 3 (tiga) macam tujuan pemeliharaan burung puyuh, yaitu:
a. Untuk produksi telur konsumsi, dipilih bibit puyuh jenis ketam betina yang sehat atau bebas dari kerier penyakit.
b. Untuk produksi daging puyuh, dipilih bibit puyuh jantan dan puyuh petelur afkiran.
c. Untuk pembibitan atau produksi telur tetas, dipilih bibit puyuh betina yang baik produksi telurnya dan puyuh jantan yang sehat yang siap membuahi puyuh betina agar dapat menjamin telur tetas yang baik.Pemeliharaan
1) Sanitasi dan Tindakan Preventif
Untuk menjaga timbulnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang dan vaksinasi terhadap puyuh perlu dilakukan sedini
mungkin.
2) Pengontrolan Penyakit
Pengontrolan penyakit dilakukan setiap saat dan apabila ada tanda-tanda yang kurang sehat terhadap puyuh harus segera dilakukan pengobatan sesuai dengan petunjuk dokter hewan atau dinas peternakan setempat atau petunjuk dari Poultry Shoup.
3) Pemberian Pakan
Ransum (pakan) yang dapat diberikan untuk puyuh terdiri dari beberapa bentuk, yaitu: bentuk pallet, remah-remah dan tepung. Karena puyuh yang suka usil memtuk temannya akan mempunyai kesibukan dengan mematuk-matuk pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan diberikan 2 (dua) kali sehari pagi dan siang. Sedangkan puyuh remaja/dewasa diberikan ransum hanya satu kali sehari yaitu di pagi hari. Untuk pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan terus-menerus.
4) Pemberian Vaksinasi dan Obat
Pada umur 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis separo dari dosis untuk ayam. Vaksin dapat diberikan melalui tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral). Pemberian obat segera dilakukan apabila puyuh terlihat gejala-gejala sakit dengan meminta bantuan petunjuk dari PPL setempat ataupun dari toko peternakan (Poultry Shoup), yang ada di dekat Anda beternak puyuh.
HAMA DAN PENYAKIT
  • Radang usus (Quail enteritis)
    Penyebab: bakteri anerobik yang membentuk spora dan menyerang usus, sehingga timbul pearadangan pada usus.
    Gejala: puyuh tampak lesu, mata tertutup, bulu kelihatan kusam, kotoran berair dan mengandung asam urat.
    Pengendalian: memperbaiki tata laksana pemeliharaan, serta memisashkan burung puyuh yang sehat dari yang telah terinfeksi.
  • Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)
    Gejala: puyuh sulit bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang berdarah, tinja encer kehijauan yang spesifik adanya gejala “tortikolis”yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu dan lumpuh.
    Pengendalian:
    1. menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan yang tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yang mati segera dibakar/dibuang;
    2. pisahkan ayam yang sakit, mencegah tamu masuk areal peternakan tanpa baju yang mensucihamakan/ steril serta melakukan vaksinasi NCD. Sampai sekarang belum ada obatnya.
  • Berak putih (Pullorum)
    Penyebab: Kuman Salmonella pullorum dan merupakan penyakit menular.
    Gejala: kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengerut dan sayap lemah menggantung.
    Pengendalian: sama dengan pengendalian penyakit tetelo.
  • Berak darah (Coccidiosis)
    Gejala: tinja berdarah dan mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan.
    Pengendalian:
    1. menjaga kebersihan lingkungaan, menjaga litter tetap kering;
    2. dengan Tetra Chloine Capsule diberikan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan dalam air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox
  • Cacar Unggas (Fowl Pox)
    Penyebab: Poxvirus, menyerang bangsa unggas dari semua umur dan jenis kelamin.
    Gejala: imbulnya keropeng-keropeng pada kulit yang tidak berbulu, seperti pial, kaki, mulut dan farink yang apabila dilepaskan akan mengeluarkan darah.
    Pengendalian: vaksin dipteria dan mengisolasi kandang atau puyuh yang terinfksi.
  • Quail Bronchitis
    Penyebab: Quail bronchitis virus (adenovirus) yang bersifat sangat menular.
    Gejala: puyuh kelihatan lesu, bulu kusam, gemetar, sulit bernafas, batuk dan bersi, mata dan hidung kadang-kadang mengeluarkan lendir serta kadangkala kepala dan leher agak terpuntir.
    Pengendalian: pemberian pakan yang bergizi dengan sanitasi yang memadai.
  • Aspergillosis
    Penyebab: cendawan Aspergillus fumigatus.
    Gejala: Puyuh mengalami gangguan pernafasan, mata terbentuk lapisan putih menyerupai keju, mengantuk, nafsu makan berkurang.
    Pengendalian: memperbaiki sanitasi kandang dan lingkungan sekitarnya.
  • Cacingan
    Penyebab: sanitasi yang buruk.
    Gejala: puyuh tampak kurus, lesu dan lemah.
    Pengendalian: menjaga kebersihan kandang dan pemberian pakan yang terjaga kebersihannya.
PANEN
1. Hasil Utama
Pada usaha pemeliharaan puyuh petelur, yang menjadi hasil utamanya adalah produksi telurnya yang dipanen setiap hari selama masa produksi berlangsung.
2. Hasil Tambahan
Sedangkan yang merupakan hasil tambahan antara lain berupa daging afkiran, tinja dan bulu puyuh.

kandang puyuh

Para pecinta puyuh dimanapun anda berada. Kali ini ada sedikit oleh-oleh setelah selang waktu tadi bertandang ke rumah teman. Ada lagi satu model kandang burung puyuh petelur yang saya merasa sreg di tempat teman peternak puyuh. Model kandang puyuh petelur yang Serba Bambu.
Kandang puyuh petelur serba bambu ini lumayan menarik hati. Sebenarnya saya kepengen juga memakainya, tapi sayang rumah induknya masih penuh. Ya sementara fotonya aja dulu yang saya bawa.
Desain kandang puyuh petelur yang serba bambu ini mengingatkan saya pada kandang ayam. Basic bikinnya sama. Tentu tukangnya spesialis menggarap apa saja berkaitan kandang unggas berbahan dasar bambu.
Biarpun saya memberi istilah serba bambu, namun kandang puyuh petelur ini tidak total 100% dari bambu. Rangkanya tetep dari kayu.
Dengan ukuran lebar 70cm, tinggi 200cm, dan panjangnya 120cm cukup untuk disebut cekli.

Mengikuti teori standar populasi dalam kandang yaitu [panjang x lebar] / 200, maka kandang serba bambu ini per-tingkat idealnya di-isi 42 ekor burung puyuh petelur. Okelah, berani aja pertingkatnya diisi 45 populasi.
Jadi kalo piara 1000 populasi puyuh petelur, membutuhkan 4 unit kandang. Per-kandangnya oleh tukang diharga Rp 250rb. Kalo beli 4 unit berarti total beli kandangnya membutuhkanRp 1jt. Masuk.
Wah, kalau memakai 4 unit kandang dan puyuh petelurnya masih utuh 1000 populasi berarti per-tingkatnya diisi 50 ekor ya ? Tidak apa apa, silahkan dicoba melanggar sedikit dari ukuran ideal tadi :)
Tentang keawetan, saya belum pernah coba. Mungkin kalo keawetan kandang berkaitan dengan kwalitas bambu ya ?
Yang jelas jarak antara lantai pijakan dengan tempat kotoran jatuh lumayan sempit. Berarti nimpalnya atau pembersihan kotorannya harus lebih sering. Maksimal 3 hari, agar tidak menumpuk terlalu tinggi.
Tempat minum dan pakan bisa dimodifikasi.
Untuk lebih jelasnya, silakan menilai lewat gambar-gambar di bawah ini :







kandang burung puyuh

Gambar kandang yang saya tampilkan di sini merupakan salah satu model dari banyak model kandang burung puyuh petelur.
Kandang-kandang seperti ini yang sekarang saya pakai dengan banyak kelebihan dan kekurangannya…
Silahkan dinikmati terlebih dahulu gambar-gambarnya, kemudian di bawah nanti coba saya terangkan kelebihan dan kekurangan kandang dengan model seperti ini, termasuk bahan-bahan yang dipakai sekaligus harga-harganya (harga sekarang)…


Ukuran kandang:
Tinggi : 180 cm
Lebar : 80 cm
Panjang : 2 meter
Kandang dibuat terlebih dahulu dengan 4 tiang utuh tinggi 180 cm. Setelah jadi, kemudian tiang dipotong, sehingga nanti terdiri atas 2 bagian. Bagian yang atas ada 2 tingkat, bagian yang bawah ada 3 tingkat.
Masing-masing tingkat memuat 100 ekor populasi, sehingga 1 unit kandang ini memuat 500 populasi.
Kelemahan:
- Lembab (bagian bawah)
- Gelap (bagian bawah)
- Agak sulit mengontrol kalau ada kematian (harus cermat)
- Terlihat sempit (terasa kurang tinggi, kurang leluasa), jadi burung puyuh tidak bisa melompat-lompat.
- Membutuhkan penerangan listrik siang malam di rumah induk.
Kelebihan:
- Praktis, bisa memuat banyak kandang untuk lahan sempit
Bahan-bahan yang dibutuhkan per-unit kandang :
- tiang dari kayu mahoni 3,5cm x 3,5cm, @Rp 10.000
4 x Rp 10.000 : Rp 40.000
- reng kayu mahoni 2 meteran membutuhkan 20 batang, @Rp 2000
20 x Rp 2000 : Rp 40.000
- reng kayu mahoni 1 meteran membutuhkan 95 batang, @Rp 1000
95 x Rp 1000 : Rp 95.000
- kepang/anyaman bambu 2×1 meter membutuhkan 5 lembar, @Rp 7500
5 x Rp 7500 : Rp 37.500
- bambu 3 batang, @ Rp8000
3 x Rp 8000 : Rp 24.000

Usaha Ternak Puyuh

Ternak Puyuh – Buka Mata. Pada kesempatan kali ini akan disajikan tentang bagaimana cara beternak burung puyuh. Budidaya/ beternak burung puyuh sebenarnya menjanjikan jika ternak puyuh tersebut dilakukan dengan benar. Selamat menyimak artikel ternak burung puyuh.
1. SEJARAH SINGKAT BURUNG PUYUH
Puyuh merupakan jenis burung yg tdk bisa terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek & bisa diadu. Burung puyuh disebut juga Gemak (Bhs. Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya disebut “Quail”, merupakan bangsa burung (liar).  Ternak Puyuh pertama kali di Amerika Serikat, tahun 1870. & terus dikembangkan ke penjuru dunia. Sedangkan di Indonesia ternak puyuh semenjak akhir tahun 1979. Kini mulai bermunculan di kandang-kandang ternak yg ada di Indonesia.
2. SENTRA PETERNAKAN BURUNG PUYUH
Sentra Peternakan burung puyuh banyak terdapat di 
  • Sumatera.
  • Jawa Barat.
  • Jawa Timur.
  • Jawa Tengah
3. JENIS BURUNG PUYUH
  • Kelas : Aves (Bangsa Burung)
  • Ordo : Galiformes
  • Sub Ordo : Phasianoidae
  • Famili : Phasianidae
  • Sub Famili : Phasianinae
  • Genus : Coturnix
  • Species : Coturnix-coturnix Japonica
4. MANFAAT BURUNG PUYUH
  • Telur & dagingnya mempunyai nilai gizi & rasa yg lezat
  • Bulunya sbg bahan aneka kerajinan atau perabot rumah tangga lainnya
  • Kotorannya sbg pupuk kandang ataupun kompos yg baik bisa digunakan sbg pupuk tanaman
5. PERSYARATAN LOKASI BURUNG PUYUH
  • Lokasi jauh dr keramaian & pemukiman penduduk
  • Lokasi mempunyai strategi transportasi, terutama jalur sapronak & jalur-jalur pemasaran
  • Lokasi terpilih bebas dr wabah penyakit
  • Bukan merupakan daerah sering banjir
  • Merupakan daerah yg selalu mendapatkan sirkulasi udara yg baik.[Lokasi Yang Cocok Untuk Budidaya Burung Puyuh]
6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA BURUNG PUYUH
A. Penyiapan Sarana & Peralatan
Perkandangan
Dalam sistem perkandangan yg perlu diperhatikan adalah temperatur kandang yg ideal atau normal berkisar 20-25 derajat C; kelembaban kandang berkisar 30-80%; penerangan kandang pd siang hari cukup 25-40 watt, sedangkan malam hari 40-60 watt (hal ini berlaku utk cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang sebaiknya diatur agar sinar matahari pagi bisa masuk kedalam kandang. Model kandang puyuh ada 2 (dua) macam yg biasa diterapkan yaitu sistem litter (lantai sekam) & sistem sangkar (batere). Ukuran kandang utk 1 m 2 bisa diisi 90-100 ekor anak puyuh, selanjuntnya menjadi 60 ekor utk umur 10 hari sampai lepas masa anakan. Terakhir menjadi 40 ekor/m 2 sampai masa bertelur. Adapun kandang yg biasa digunakan dlm budidaya burung puyuh adalah:
1.Kandang utk induk pembibitan
  • Kandang ini berpegaruh langsung terhadap produktifitas & kemampuan meghasilkan telur yg berkualitas. Besar atau ukuran kandang yg akan digunakan harus sesuai dgn jumlah puyuh yg akan dipelihara. Idealnya satu ekor puyuh dewasamembutuhkan luas kandang 200 m2.
2. Kandang utk induk petelur
  • Kandang ini berfungsi sbg kandang utk induk pembibit. Kandang ini mempunyai bentuk, ukuran, & keperluan peralatan yg sama. Kepadatan kandang lebih besar tetapi bisa juga sama.
3.Kandang utk anak puyuh/umur stater(kandang indukan)
  • Kandang ini merupakan kandang bagi anak puyuh pd umur starter, yaitu mulai umur satu hari sampai dgn dua sampai tiga minggu. Kandang ini berfungsi utk menjaga agar anak puyuh yg masih memerlukan pemanasan itu tetap terlindung & mendapat panas yg sesuai dgn kebutuhan. Kandang ini perlu dilengkapi alat pemanas. Biasanya ukuran yg sering digunakan adalah lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, & tinggi kaki 50 cm. (cukup memuat 90-100 ekor anak puyuh).
4.Kandang utk puyuh umur grower (3-6 minggu) & layer (lebih dr 6 minggu)
Peralatan
Perlengkapan kandang berupa tempat makan, tempat minum, tempat bertelur & tempat obat-obatan.
Penyiapan Bibit Burung Puyuh
Yang perlu diperhatikan oleh peternak sebelum memulai usahanya, adalah memahami 3 (tiga) unsur produksi usaha perternakan yaitu bibit/pembibitan, pakan (ransum) & pengelolaan usaha peternakan. Pemilihan bibit burung puyuh disesuaikan dgn tujuan pemeliharaan, ada 3 (tiga) macam tujuan pemeliharaan burung puyuh, yaitu:
  1. utk produksi telur konsumsi, dipilih bibit puyuh jenis ketam betina yg sehat atau bebas dr kerier penyakit.
  2. utk produksi daging puyuh, dipilih bibit puyuh jantan & puyuh petelur afkiran.
  3. utk pembibitan atau produksi telur tetas, dipilih bibit puyuh betina yg baik produksi telurnya & puyuh jantan yg sehat yg siap membuahi puyuh betina agar bisa menjamin telur tetas yg baik.
B.Pemeliharaan
1) Sanitasi & Tindakan Preventif
  • Untuk menjaga timbulnya penyakit pd pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang & vaksinasi terhadap puyuh perlu dilakukan sedini mungkin.
2) Pengontrolan Penyakit
  • Pengontrolan penyakit dilakukan setiap saat & apabila ada tanda-tanda yg kurang sehat terhadap puyuh harus segera dilakukan pengobatan sesuai dgn petunjuk dokter hewan atau dinas peternakan setempat atau petunjuk dr Poultry Shoup.
3) Pemberian Pakan
  • Ransum (pakan) yg bisa diberikan utk puyuh terdiri dr beberapa bentuk, yaitu: bentuk pallet, remah-remah & tepung. sebab puyuh yg suka usil memtuk temannya akan mempunyai kesibukan dgn mematuk-matuk pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan diberikan 2 (dua) kali sehari pagi & siang. Sedangkan puyuh remaja/dewasa diberikan ransum hanya satu kali sehari yaitu di pagi hari. utk pemberian minum pd anak puyuh pd bibitan terus-menerus.[Tips Cara Memelihara Burung Puyuh]
4) Pemberian Vaksinasi & Obat
  • Pada umur 4-7 hari puyuh di vaksinasi dgn dosis separo dr dosis utk ayam. Vaksin bisa diberikan melalui tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral). Pemberian obat segera dilakukan apabila puyuh terlihat gejala-gejala sakit dgn meminta bantuan petunjuk dr PPL setempat ataupun dr toko peternakan (Poultry Shoup), yg ada di dekat Anda ternak puyuh.
7. HAMA & PENYAKIT BURUNG PUYUH
Radang usus (Quail enteritis)
  • Penyebab: bakteri anerobik yg membentuk spora & menyerang usus, sehingga timbul pearadangan pd usus. Gejala: puyuh tampak lesu, mata tertutup, bulu kelihatan kusam, kotoran berair & mengandung asam urat. Pengendalian: memperbaiki tata laksana pemeliharaan, serta memisashkan burung puyuh yg sehat dr yg tlah terinfeksi.
Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)
  • Gejala: puyuh sulit bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang berdarah, tinja encer kehijauan yang spesifik adanya gejala “tortikolis”yaitu kepala memutar-mutar tdk menentu & lumpuh. Pengendalian: pertama dengan menjaga kebersihan lingkungan & peralatan yg tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yg mati segera dibakar/dibuang. Ini akan bermanfaat jika di jadikan pakan lele. Kedua yaitu pisahkan ayam yg sakit, mencegah tamu masuk areal ternak puyuh tanpa baju yg mensucihamakan/ steril serta melakukan vaksinasi NCD. Sampai sekarang belum ada obatnya.
Berak putih (Pullorum)
  • Penyebab: Kuman Salmonella pullorum & merupakan penyakit menular. Gejala: kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengerut & sayap lemah menggantung. Pengendalian: sama dgn pengendalian penyakit tetelo.
Berak darah (Coccidiosis)
  • Gejala: tinja berdarah & mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan. Pengendalian: menjaga kebersihan lingkungaan, menjaga litter tetap kering; atau bisa dengan Tetra Chloine Capsule diberikan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan dlm air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox
Cacar Unggas (Fowl Pox)
  • Penyebab: Poxvirus, menyerang bangsa unggas dr semua umur & jenis kelamin. Gejala: timbulnya keropeng-keropeng pd kulit yg tdk berbulu, seperti pial, kaki, mulut & farink yg apabila dilepaskan akan mengeluarkan darah. Pengendalian: vaksin dipteria & mengisolasi kandang atau puyuh yg terinfksi.
Quail Bronchitis
Penyebab: Quail bronchitis virus (adenovirus) yg bersifat sangat menular. Gejala: puyuh kelihatan lesu, bulu kusam, gemetar, sulit bernafas, batuk & bersi, mata & hidung kadang-kadang mengeluarkan lendir serta kadangkala kepala & leher agak terpuntir. Pengendalian: pemberian pakan yg bergizi dgn sanitasi yg memadai.
Aspergillosis
Penyebab: cendawan Aspergillus fumigatus. Gejala: Puyuh mengalami gangguan pernafasan, mata terbentuk lapisan putih menyerupai keju, mengantuk, nafsu makan berkurang. Pengendalian: memperbaiki sanitasi kandang & lingkungan sekitarnya.
Penyebab: sanitasi yg buruk. Gejala: puyuh tampak kurus, lesu & lemah. Pengendalian: menjaga kebersihan kandang & pemberian pakan yg terjaga kebersihannya.[Hama dan Penyakit Burung Puyuh]
8. PANEN BURUNG PUYUH
Hasil Utama
  • Pada usaha pemeliharaan puyuh petelur, yg menjadi hasil utamanya adalah produksi telurnya yg dipanen setiap hari selama masa produksi berlangsung.
Hasil Tambahan
  • Sedangkan yg merupakan hasil tambahan antara lain berupa daging afkiran, tinja & bulu puyuh.
 Demikian artikel tentang Ternak Puyuh (Beternak Burung Puyuh), semoga Cara Budidaya Burung puyuh di atas berguna.

Rabu, 27 Maret 2013

ternak bebek

Mengenal Enthok Lebih Dekat



Kalau kita sering jalan-jalan ke pasar burung, pasar tradisional, atau tempat pemotongan unggas, seringkali kita jumpai ternak enthok. Ternak yang bernama latin Chairina Moschata, atau sebutan lain seperti Muscovy Duck, Barbary Duck, itik manila ini memang sudah tidak asing lagi ditelinga kita karena memang salah satu ternak lokal yang lebih dimanfaatkan sebagai penghasil daging yang cukup potensial. Keberadaannya ada sellau di sekitar kita, akan tetapi kita belum mampu mengangkat citranya dan mengusahakannya secara lebih professional.

Pangsa pasar enthok bisa dikatakan cukup baik untuk saat ini terutama untuk daerah-daerah yang terkenal dengan warung atau rumah makan yang menyajikan menu kuliner andalan dari daging enthok. Misalnya di daerah Kudus terkenal dengan masakan sweeke enthok, di Indramayu terkenal dengan masakan pedesan enthok, di Tambak-Banyumas terkenal dengan masakan sate dan gule bebek (yang sebetulnya adalah sate dan gule enthok), di Klaten terkenal dengan masakan rica enthok, di Jogja terkenal masakan slenget (semur enthok), demikian juga kebanyakan bebek goreng atau pecel bebek pada warung pecel lele Lamongan tepi jalan di banyak kota sebetulnya adalah enthok goreng. Sementara itu di Tegal juga terkenal dengan masakan kupat blengong, ketupat yang disajikan dengan daging dari blengong atau brati, yaitu hasil persilangan antara enthok dengan itik petelur (tiktok).

Untuk lebih menyakinkan anda bahwa peluang beternak enthok masih cukup menjanjikan, berikut akan kami berikan gambaran sisi kelebihan dan kekurangan dalam beternak komoditi yang satu ini :

Sisi kelebihan :

Tingkat konsumsi pakan enthok lebih sedikit dibandingkan dengan itik, tapi kalau dihitung konsumsi pakan total sampai umur panen (dengan asumsi berat sama antara enthok vs itik) maka bisa dikatakan hampir sama juga.
Moment tertentu seperti lebaran kemaren harga enthok terutama enthok jantan bisa tembus di harga Rp 120.000/ekor, padahal pada hari-hari biasa paling bisa laku antara Rp 60.000 - Rp 75.000/ekor nya
Daging enthok lebih tebal sehingga pada waktu dimakan lebih terasa dan aroma dagingnya juga tidak setajam daging itik
Pemasaran yang mudah, karena hampir setiap pedagang/pengepul keliling atau juga pasar tradisional mau menerima enthok
Hasil sampingan beternak enthok adalah bulunya yang bisa dipakai shuttle cock (40-50 hari sekali dicabuti)
Dari segi penyakit enthok lebih kuat dan tahan daripada ayam
Enthok merupakan pengeram terbaik saat ini, sehingga apabila anda mempunyai telur yang pada saat pengeraman di tinggalkan induknya, atau kejadian induknya mati mendadak maka telur tersebut bisa dititipkan pada enthok.

Sisi kekurangan :

Laju pertumbuhan enthok lebih lambat dibandingkan dengan itik sehingga panennya juga lebih lama.
Bibit enthok (DOD) memang lebih susah didapat karena masih mengandalkan pengeraman secara alamiah, sehingga kadang umur DOD yang tersedia juga beragam antara 1-4 hari
Harga DOD enthok jauh lebih mahal dibandingkan dengan DOD itik
Pada umur 1-10 hari (umur dod) tingkat kematiannya lebih tinggi dibandingkan dengan itik, mortalitas masih dianggap baik apabila tidak lebih dari 10%

Enthok termasuk dalam kelas burung yang mempunyai ukuran sedang sampai agak besar. Berat enthok jantan umur 6 bulanan bisa mencapai 3 kg, sedang yang betina 2 kg pada pemeliharaan ekstensif (umbaran). Sedangkan pada peliharaan secara intensif (terkurung) berat yang jantan bisa mencapai berat 5 kg dan yang betina 3 kg pada umur yang sama. Warna bulu enthok dominan putih semua atau dominan hitam sedikit putih atau kombinasi yang seimbang antara putih dan hitam. Enthok memiliki tonjolan kulit berwarna merah disekitar paruh yang biasa disebut karankula. Bentuk paruh gemuk tapi pendek, warna putih agak kemerahan. Kaki pendek dan gemuk, serta terdapat selaput renang diantara jari dengan warna abu-abu kehitaman. Ekor pipih, mendatar dan agak lebar.

Meskipun pandai terbang, enthok peliharaan hampir tidak pernah terbang jauh. Tapi jangan sekali-kali anda sesudah menyembelih lantas membiarkan begitu saja karena bisa jadi enthok yang telah anda sembelih hilang entah ke mana. Enthok hidup secara berkelompok, kalau berjalan terlihat nyantai, tidak pernah terlihat tergesa-gesa. Gerakan ekor bergoyang ke kanan dan ke kiri untuk mengimbangi tubuh (megal-megol=jawa) sehingga terlihat atraktif. Pada pemeliharaan ekstensif di perdesaan enthok jarang dikandangkan sehingga tidurnya pun disembarang tempat seperti di bawah pohon, di bahwa pohon pisang, di emperan rumah atau tempat lainnya. Enthok dibiarkan hidup bebas berkeliaran mencari makan sendiri di sungai-sungai, di sekitar saluran air, dan areal persawahan. Pakan alami enthok berupa aneka siput, cacing, serangga air, yuyu kecil dan pucuk-pucuk tumbuhan (rumput dan lain-lain). Pada pemeliharaan semiintensif, enthok cukup diberi pakan dedak dicampur sisa-sisa makanan kita atau limbah dapur.

Enthok tidak berisik (mengeluarkan suara), tidak seperti itik terutama itik petelur. Enthok betina mengeluarkan desisan dan desahan ketika sedang berjalan. Enthok jantan kadang-kadang mengeluarkan desisan keras sambil menggerak-gerakkan kepalanya maju mundur (nyosor=jawa), untuk memperingatkan atau mengusir pengganggu. Enthok betina mampu bertelur hingga 15 butir bahkan lebih, kemudian mengerami telurnya selama 5 minggu. Periode mengeram enthok bisa dimaksimalkan sampai 2-3 kali. Enthok memiliki sifat ‘ngambek’ kalau telurnya diambil atau ketika pada waktu mengeram terganggu.

awal mula ternak entok

usaha ternak entok ini dimulai dari suatu kegagalan.....dulu saya beternak ayam kampung pedaging yang doc nya di order dari penjual-penjual doc ayam kampung online yang menjamur di mbah google,pertama tama order 300 ekor trus selama 2 bulan jalan eh ternyata cuma disisain sekitar 100 ekor yang idup...duh nasib!!semua mati karna SNOT yang merajalela waktu musim pancaroba....berarti emang gk cocok buat ternak ayam{ato emang gk bisa?}hehehehehe.
setelah surfing di internet,tanya sana sini akhirnya nemu juga unggas yang tahan penyakit yang namanya entok alias bebek muscovy.dimulai dari beli indukan babon 25 ekor dan pejantan 4 ekor alhamdulilah selama 3 bulan ini baik2 aja,ketika cuaca extrem kyk gini tapi entok aman2 aja.
kemarin netas 35 ekor dod,eh ternyata udah ada yg nawar 6000 per ekor.tapi saya tolak karena ingin mendalami usaha peterakan entok ini.harga entok juga lumayan bagus,untuk mentok umur 2 bulan didaerah banyuwangi bisa terjual dg harga 20rb rupiah,dibandingkan ayam kampung dg umur yg sama cuma bisa terjual paling mentok 17rb.......ehm akhirnya pesimis deh buat terjun di dunia permentokan,semoga usaha ini lancar.AMIIINNNN

Muscovy Duck – Bebek Manila

Muscovy duck  adalah unggas air yang termasuk dalam keluarga  (genus) Cairina (Cairina moschata) berasal dari Meksiko, Amerika Tengah  dan Amerika Selatan. Selain itu, unggas ini memiliki beberapa nama daerah seperti Indian Duck, Muscovite duck, Guenia duck, Turkish duck, Pato dll. Sedangkan dalam konteks kuliner, unggas ini disebut Bebek Barbary, dan di Pulau Jawa, Indonesia bebek ini dikenal dengan mentok (entoq) atau bebek Manila.
Penampilan
Bentuk tubuh bebek Muscovy memiliki perawakan sedang hingga besar. Di alam liar, berat Muscovy mencapai 3–7kg. Sedangkan di penangkaran, muscovy jantan dapat mencapai 10 kg. Secara fisik, bebek Muscovy memiliki ciri-ciri seperti berikut :
  • Kepala besar, pada kepala sebelah kiri dan kanan terdapat gumpalan kulit atau kutil berwarna merah terang.
  • Paruh pendek, sempit dan mendatar berwarna kekuningan
  • Leher pendek dan besar
  • Dada lebar dan besar
  • Kaki pendek, kuat berwarna jingga kekuningan
  • Sayap panjang dan kuat
  • Bulu-bulu, umumnya berwarna hitam bercampur biru, ada juga yang dominan  putih
  • Di alam liar, mereka dapat terbang jauh.
  • Ekor lebar dan pendek
  • Badan besar dan mendatar
  • Kuku panjang dan tajam
  • Kulit tubuh kuning
  • Pada pangkal paruh bagian atas terdapat daging tumbuh
 Perilaku dan Makanan
Satwa liar ini merupakan penghuni hutan rawa, danau, sungai dan lahan pertanian, dan pada waktu malam hari, unggas ini selalu bertengger di pohon. Spesies ini, merupakan hewan pemakan segala, sumber makanan mereka peroleh  dari permukaan air dangkal berupa ikan kecil, reptil, serangga, serta tanaman mudah ataupun biji-bijian.
Unggas ini tidak berisik seperti halnya perilaku itik domestik. Entoq betina mengeluarkan suara mendesis  seperti desisan ular. Sedangkan jantan akan mengeluarkan suara desisan tajam, sambil menggerakan kepala dan ekor, bila ada predator atau hewan pengganngu lainnya.
Kebiasaan Berkembangbiak
Perilaku kawin bebek muscovy  seperti bebek mallard, di mana pasangan mereka tidak bertahan lama. Saat betina mulai mengerami telur, jantan akan meninggalkannya dan bergabung dengan kelompok jantan lainnya. Biasanya betina bersarang pada lubang-lubang pohon. Setelah bertelur sekirar 8 – 16 butir, ia akan mengerami telurnya selama 35 hari. Selama itu puIa induk betina jarang meninggalkan sarang, kecuali untuk mencari makan atau air.
Pada dasarnya bayi itik muscovy memiliki sifat pracocial, artinya mereka lahir dengan mata terbuka dan bisa berenang, tetapi cuaca dingin dapat berakibat buruk dan mengancam kehidupan bayi ini. Setelah menetas dan keluar dari cangkangnya, mereka akan tetap bersama induknya untuk mendapatkan keh`ngatan. Mereka akan tinggal bersama induknya selam kurang lebih 10 – 12 minggu untuk dapat hidup mandiri.
Domestikasi
Di Indonesia, itik manila (entok) banyak dipelihara di daerah pedesaaan dan umumnya dimanfaatkan sebagai induk, untuk mengerami telur itik local ataupun telur ayam kampung.
 Bebek Muscovy peliharaan tidak dapat terbang jauh seperti Muscovy liar. Selain dimanfaatkan untuk mengerami telur itik local dan ayam, mereka juga dipelihara untuk diambil daging dan bulu-bulunya. Di pedasaan itik tidak dikandangkan tetapi dibiarkan berkeliaran bebas, mereka mencari makanannya sendiri, baik di danau, pantai, rawa atau sungai. Sering juga pemilikinya memberikan makanan tambahan berupa dedak padi dan makanan sisa serta sayuran.
Peternakan entok tidak berkembang seperti peternakan itik petelur local,  karena perkembangbiakan mereka lambat serta jumlah telur sedikit. Tetapi unggas ini sering dikawin silangkan dengan bebek domestic yang menghasilakan itik hibrida pedaging unggul yang disebut mule duck.
Mule duck
Itik serati, mule duck, moulard duck adalah sebutan untuk bebek  hibrida (perkawinan silang itik Anas platyrchynchos domesticus dengan muscovy Cairina moschata domesticus). Di Taiwan, salah satu mule duck yang banyak diternak, diperoleh dari hasil perkawinan silang antara bebek Kaiya betina, peking jantan dengan bebek Tsiaya, dan dengan bebek muscovy. Di Indosesia, itik serati ini merupakan hasil perkawinan silang antara itik alabio betina dengan muscovy jantan.
Masakan
Masakan daging entoq merupakan salah satu masakan yang disukai penduduk desa. Selain memiliki daging yang empuk, liat dan gurih, daging entok memiliki nilai gizi cukup lengkap dan tidak kalah dengan daging sapi, ayam , domba dan kambing.  Salah satu kelebihan lainnya adalah daging bebek mengandung lemak yang lebih rendah dari daging hewan di atas.
Bebek bakar atau bebek panggang merupakan hidangan bebek yang paling disukai. Di daerah Minahasa, daging bebek merupakan salah satu makanan favorit dan selalu ada dalam berbagai acara resepsi. Orang Manado menyebut masakan ini dengan nama Bebek Garo Rica. Hidangan ini berupa daging bebek yang di potong-potong dadu dengan berbagai bumbu dapur, seperti jahe, kunyit, garam, serai, daun jeruk nipis, daun bawang. kemangi, bawang merah, dan cabai pedas.


Sabtu, 27 Oktober 2012

mengatasi rambut rontok

Rambut rontok merupakan masalah klasik yang hingga saat ini masih menjadi momok bagi banyak orang. Hal ini tidak terlepas dari cara atau perlakuan dalam merawat rambut.
Secara umum, umur rata-rata sehelai rambut berkisar antara 3-4 tahun. Setelah itu, rambut akan mulai rontok dan akan berganti rambut baru dalam waktu 6 bulan. Penggunaan hairdryer, menyisir rambut, dan cuaca panas, adalah beberapa faktor yang juga turut menyebabkan rambut rontok. Penelitian lebih lanjut juga menyatakan bahwa tubuh yang kekurangan protein cenderung mengalami rambut rontok dibandingkan tubuh yang mendapatkan asupan protein dalam jumlah cukup.
Mengapa Rambut butuh Protein?
Seperti bagian tubuh Anda yang lain, rambut pun memerlukan nutrisi yang cukup untuk membuatnya tumbuh sehat. Kurangnya nutrisi yang baik untuk rambut dapat menimbulkan efek melambatnya pertumbuhan rambut dan masalah kerontokan rambut. Salah satu nutrisi yang dibutuhkan rambut adalah protein. Struktur rambut terdiri dari 97% protein. Maka, kekurangan asupan protein dapat menyebabkan rambut rontok.
Sumber Protein Penting
Makanan yang mengandung protein akan membantu perkembangan sel-sel alami di dalam tubuh, termasuk rambut dan kulit kepala. Sumber protein bisa didapat dari makanan hewani ataupun nabati. Daging ayam, ikan, dan telur adalah contoh sumber protein hewani yang dapat memenuhi kebutuhan protein harian Anda.
Unggas dan telur merupakan pilihan yang sangat baik untuk mengatasi rambut rontok. Selain kaya akan protein, telur juga diperkaya dengan biotin dan vitamin B12, yang diperlukan untuk kesehatan rambut, kuku dan kulit. Vitamin juga diperlukan untuk memperkuat rambut agar tidak mudah patah.
Selain mendapatkan asupan protein dari sumber hewani, Anda juga bisa mendapatkan protein nabati. Kandungan protein nabati banyak terdapat pada kacang-kacangan seperti kedelai, kacang panjang, almond, dan sebagainya. Tak hanya mengandung protein yang cukup, makanan ini juga dapat menyuplai tubuh Anda dengan vitamin dan mineral penting yang terkandung di dalamnya.
Konsumsi makanan dengan gizi yang seimbang dan pola makan yang sehat akan membuat rambut menjadi sehat, indah, dan bercahaya. Mengkonsumsi minimal 100 gr protein perhari, baik dari sumber hewani ataupun nabati berguna untuk mencukupi kebutuhan harian tubuh akan protein dan berguna untuk membantu mengatasi masalah rambut rontok.
Dengan memenuhi kebutuhan protein harian, tubuh Anda akan tercukupi kebutuhan gizinya sekaligus membantu Anda untuk mencegah dan mengatasi rambut rontok dengan cara yang alami.

Jumat, 14 September 2012

bersepeda sehat

Bersepeda merupakan kegiatan yang mengasyikan untuk dilakukan bersama para sahabat, rekan kerja atau bahkan keluarga.  Akhir-akhir ini, minat masyarakat terhadap olahraga bersepeda terus meningkat. Hal ini dapat dilihat dari terus bermunculannya komunitas olahraga bersepeda yang baru.
Bersepeda merupakan salah satu jenis olahraga yang menarik dan dapat dilakukan oleh siapa saja, tanpa memandang status usia dan jenis kelamin. Beberapa penelitian bahkan telah menunjukkan sejumlah keuntungan dari aktivitas sederhana ini sebagai alat untuk mempromosikan kesehatan secara keseluruhan.
Ingin tahu lebih banyak apa saja manfaat kesehatan dari ngegowes? Berikut ini adalah ulasannya:
1. Bersepeda baik untuk jantung Anda: Olahraga bersepeda erat hubungannya dengan peningkatan kebugaran kardiovaskular atau kesehatan pembuluh darah dan jantung, serta penurunan risiko penyakit jantung koroner.
2. Bersepeda baik untuk otot-otot: Mengendarai sepeda sangat baik untuk mengencangkan dan membangun otot terutama di bagian bawah tubuh seperti betis, paha, dan bagian belakang.
3. Menjaga ukuran pinggang tetap ideal: Anda dapat membakar banyak kalori saat bersepeda, terutama ketika harus menggowes lebih cepat daripada biasanya. Bersepeda tidak hanya efektif dalam membantu Anda menurunkan berat badan, tetapi juga meningkatkan metabolisme tubuh.
4. Perpanjang umur: Bersepeda adalah cara yang terbaik untuk meningkatkan umur Anda. Sejumlah riset menunjukkan bahwa melakukan aktivitas bersepeda secara rutin telah dikaitkan dengan penambahan usia, bahkan ketika harus disesuaikan dengan risiko cedera saat mengendarai sepeda.
5. Bersepeda baik untuk koordinasi: Aktif menggerakan kedua kaki untuk mengayuh, sementara kedua tangan mengendalikan kemudi merupakan praktik yang baik untuk melatih keterampilan koordinasi tubuh Anda.
6. Baik untuk kesehatan mental: Bersepeda telah dikaitkan dengan peningkatan kesehatan mental.
7. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh: Bersepeda dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh, sekaligus menjadi alat proteksi terhadap jenis penyakit kanker tertentu.